Piknik, dolan-dolan, melancong adalah istilah untuk menghilangkan penat setelah sekian lama bekerja dan rutinitas harian lainnya. Untuk menghilangkan kepenatan dalam melayani warga desa, Pemerintah Desa Pasuruhan mengadakan acara refreshing ke daerah Pacitan. Kami keluarga besar perangkat Desa Pasuruhan pada tanggal 5 Oktober 2018 pukul 22.00. WIB berangkat ke Pacitan. Setelah perjalanan selama empat jam kami sampai di Pacitan. Karena hari masih dini hari, kami pergunakan untuk istirahat sampai subuh. Kesempatan pertama kami gunakan untuk mengunjungi Gua Gong. Rombongan perangkat Desa Pasuruhan adalah pengunjung pertama hari itu, karena kami datang saat obyek wisata itu belum dibuka untuk umum, hehehehe.

Di obyek wisata Gua Gong, rombongan menikmati indahnya pemandangan di dalam goa. Stalaktit dan stalagmit menghiasi keindahan Goa Gong.

Stalaktit (bahasa Yunanistalasso, artinya "yang menetes") adalah jenis speleothem (mineral sekunder) yang menggantung dari langit-langit gua kapur. Ia termasuk dalam jenis batu tetes (bahasa Inggrisdripstone). Stalaktit terbentuk dari pengendapan kalsium karbonat dan mineral lainnya, yang terendapkan pada larutan air bermineral. Batu kapur adalah batuan kalsium karbonat, yang dilarutkan oleh air yang mengandung karbon dioksida, sehingga membentuk larutan kalsium bikarbonat. Larutan ini mengalir melalui bebatu sampai mencapai sebuah tepi, dan jika tepi ini berada di atap gua maka larutan akan menetes ke bawah. Ketika larutan mengalami kontak dengan udara, terjadi reaksi kimia yang terbalik dari sebelumnya dan partikel kalsium karbonat tersimpan sebagai endapan. Tingkat pertumbuhan rata-rata stalaktit adalah 0,13 mm (0,005 inci) setahun. Pertumbuhan stalaktit tumbuh tercepat adalah yang dibentuk oleh air yang mengalir cepat serta kaya akan karbonat kalsium dan karbon dioksida, sehingga dapat tumbuh 3 mm (0,12 inci) per tahun.

Sedangkan Stalagmit adalah pembentukan gua secara vertikal (tumbuh dari bawah ke atas). Stalagmit terbentuk dari kumpulan kalsit yang berasal dari air yang menetes. Stalagmit ditemukan di lantai gua, biasanya langsung ditemukan di bawah stalaktitMineral yang dominan dalam pembentukan stalagmit adalah kalsit (kalsium karbonat). Mineral lainnya meliputi karbonat lain, opal, kalsedon, limonit dan beberapa sulfida.

Stalagmit mempunyai berbagai bentuk, yaitu lebar, pendek, tinggi, kurus dan seperti menara. Sebagian besar bentuk tersebut ditentukan oleh tingkat menetesnya air, ketinggian langit-langit, kondisi atmosfer gua dan kandungan karbonat dalam air yang menetes. Stalagmit berbentuk kurus misalnya terjadi karena pengendapan kalsit yang terjadi dengan cepat. Stalagmit seperti ini terjadi di daerah tropis yang mempunyai tingkat karbondioksida tinggi dan di daerah kering sehingga pengendapan dapat dipercepat oleh penguapan.

Perjalanan kami lanjutkan ke Pantai Klayar dan terakhir di Pantai Telengria. Di kedua pantai tersebut, rombongan juga menghabiskan waktu untuk menikmati keindahan pantai dan menikmati wisata kuliner yang ada. Sore nya kita melanjutkan perjalanan pulang ke Magelang. Alhamdulillah perjalanan lancar, aman, menyenangkan dan mengesankan. Pukul 21.30. WIB kami sampai di rumah masing-masing.

Salam piknik …

Bekerja harus giat, piknik ojo lali, hehehehe …